### Sinopsis Singkat Buku "The Journey To Arafah : Kisah Perjalanan Spiritual"
---
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, alhamdulillahilladzii bini'matihii tatimmushshaalihaat, segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan dari-Nya, sempurnalah semua amal kebaikan. Buku ini merupakan autobiografi spesial penulis, H. Wahyudi, ST., M.Eng., tentang perjalanan spiritualnya dalam menunaikan ibadah haji di tahun 2024.
Penulis bermula dengan membulatkan tekad untuk mendapatkan porsi haji ketika usia sudah menginjak 45 tahun, dimana kebutuhan dasar keluarganya, terutama pendidikan anak-anak, sudah mencukupi. Melalui perjalanan ini, penulis menggambarkan bagaimana ia bertekad dan bertawakkal kepada Allah, serta bagaimana Allah mengorganisir segala ujian, baik fisik, mental, dan finansial, dalam satu waktu.
Penulis menyebutkan bahwa haji adalah salah satu amalan yang paling afdhal, setara dengan iman dan jihad, dan merupakan impian bagi banyak Muslim. Meskipun mengharuskan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan menunggu beberapa tahun untuk mendapatkan giliran, banyak Muslim yang rela mengalaminya.
Dalam buku ini, penulis juga merujuk pada ayat Al-Qur'an tentang pentingnya bertekad dan bertawakkal, serta hadits Nabawi tentang pahala yang diberikan bagi yang menunjukkan kebaikan.
Semoga catatan tersebut menjadi amal jariyah penulis. Aamiin yaa Mujiibassaailiin.
---
Ditulis oleh H. Wahyudi, ST., M.Eng.
---
Terbit oleh PT. Adab Indonesia
---
Anggota IKAPI : 354/JBA/2020
---
Jl. Intan Blok C2 Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat
Kode Pos 45219
Telp : 081221151025
Surel : penerbitadab@gmail.com
Web:
Tidak dapat dipungkiri bahwa baik umat Yahudi Nasrani maupun Islam mengklaim sebagai pewaris millah atau ajaran Ibrahim Umat Islam sesuai petunjuk Alquran sangat yakin bahwa millah Ibrahim adalah agama tauhid dan agama Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW merupakan agama tauhid paripurna dan dengan tegas mengoreksi atas penyelewengan penyelewengan yang terjadi pada umat sebelumnya Islam satu satunya agama yang tetap konsisten melanjutkan millah Ibrahim As yaitu ajaran tauhid Sehingga sejatinya agama umat yang mengaku Yahudi ketika diutusnya Nabi Musa As adalah agama tauhid begitupun agama umat yang mengaku Nasrani ketika diutusnya Nabi Isa As juga agama tauhid tetapi banyak ajaran bahkan ayat ayat pada kitab suci mereka yang diselewengkan oleh umatnya sendiri sepeninggal para utusan Allah SWT tersebut Dengan demikian ketika diutusnya Nabi Muhammad SAW maka ajaran rasul rasul terdahulu yang telah diselewengkan tersebut dengan sendirinya diganti dengan ajaran Islam sebagaimana millah Ibrahim As yang tauhid Prosesi ibadah haji yang dilaksanakan dengan manasik tertentu waktu dan tempat tertentu pula dimana situs peninggalan warisan dari Nabi Ibrahim As masih terjaga keasliannya bermakna sebuah penegasan dari Alloh SWT bahwa Nabi Ibrahim As itu bukan beragama Yahudi dan bukan pula beragama Nasrani akan tetapi penganut agama tauhid agama yang hanif yang lurus yakni agama Islam
| Jumlah Halaman | 160 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Penerbit Adab |
| Tahun Terbit | 2024 |
| ISBN | 978-623-8776-42-9 |
| eISBN | 978-623-8776-43-6 |