Sinopsis singkat buku "Telegram" oleh Putu Wijaya: Pada bulan Oktober, seorang lelaki yang masih berpacaran dengan Rosa bertemu dengan kekasihnya di sebuah restoran. Mereka berbicara tentang masa depan, khususnya tentang perkawinan yang segera terjadi. Lelaki tersebut merasa cemas akan perubahan yang akan terjadi setelah menikah, sementara Rosa menyarankan untuk tetap berpacaran. Dalam perjalanan pulang, mereka bertanya-tanya bagaimana cinta mereka akan bertahan jika terpaksa menghadapi perubahan yang datang dengan perkawinan. Mereka mencoba mencari solusi, namun tak ada jalan lain selain menikah. Sinopsis ini menunjukkan perjuangan mereka dalam menjaga cinta dan memahami perubahan yang akan datang.
Telegram yang diterbitkan pada tahun 1973 setelah memenangkan sayembara menulis roman yang diselenggarakan oleh Panitia Tahun Buku Internasional pada tahun 1972 merupakan salah satu tonggak sejarah fiksi Indonesia Novel ini merupakan pionir dalam pemaduanantara realitas dan fantasi Tokoh utamanya seorang jurnalis Bali yang tinggal di Jakarta jatuh cinta kepada seorang perempuan bernama Rosa dan mereka dalam dunia khayalnya sudah berpacaran sebanyak tiga ribu kali dan mereka bersepakat untuk tidak menikah karena menikah adalah bentuk lain dari penjara NovelPutu Wijaya yang banyak diperbincangkan ini dalam pendapat Umar Yunus berpusat pada keterasingan manusia modern yang tidak dapat melepaskan diri dari kekuatan hubungan keluarga yang tradisional sehingga hidup terombang ambing antara dunia nyata dan dunia khayal Tak ayal pembaca pun dibuat menerka nerka bagian manakah yang sebetulnya nyata dan manakah yang hanya fantasi