### Sinopsis Buku Buku ini merupakan hasil disertasi Dr. Nikolas Simanjuntak, S.H., M.H., berjudul "Tanggung Jawab Negara tentang Penetapan Tindak Pidana dan Persamaan Keadilan dalam Sistem Peradilan Pidana (Indonesia Poskolonial)". Dalam disertasi ini, penulis menjelajahi konsep "berhukum" atau "berhukumkan", yang merupakan sistem pemikiran dan tindakan hukum yang melibatkan kesatupaduan antara pikiran, perkataan, perbuatan, dan tanggung jawab subjek diri. Konsep ini ditempatkan dalam konteks perubahan dinamis dari sistem berhukum kolonial menuju poskolonial di Indonesia. Penulis menyajikan analisis mendalam tentang bagaimana kuasa negara berhukum kolonial mengandung karakter dominasi dan kekerasan, serta bagaimana warisan ini terus berlanjut dalam sistem peradilan pidana poskolonial. Melalui riset mendalam yang mencakup referensi teori hukum dari Michel Foucault, Edward Said, Hans Kelsen, dan Lawrence Friedman, penulis mengidentifikasi bahwa perubahan dalam konsep berhukum ini mencerminkan perubahan dalam dinamika sosio-ekonomi dan politik negara. Salah satu temuan utama disertasi ini adalah bahwa kinerja berpikir untuk bersikap-tindak yuridik, atau "reflecion of judging", merupakan aspek penting dari evolusi sistem berhukum negara. Penulis menunjukkan bahwa perbedaan antara sistem berhukum kolonial dan poskolonial tidak hanya terletak pada lokasi dan waktu, tetapi juga pada evolusi genealogis yang mendalam. Buku ini mengungkapkan bagaimana proses kolonisasi telah membentuk paradigma hukum dan peradilan di Indonesia, serta bagaimana negara-indonesia mencoba mengembangkan sistem hukum yang lebih inklusif dan meratakan persamaan keadilan. Selain itu, penulis juga menggali aspek-aspek historis dan filosofis yang mendukung evolusi ini, termasuk pengaruh hukum Romawi dan peradaban Eropa. Penerbitan buku ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang lebih mendalam dan komprehensif tentang evolusi sistem berhukum di Indonesia, serta menggali implikasinya bagi kesejahteraan masyarakat dan keadilan yang lebih merata.
Membaca buku ini memberikan kepada para pembacanya pemahaman tentang Konstruksi mentalitas berhukum pidana Indonesia dalam sistem peradilan untuk menetapkan tindak pidana terhadap seorang tersangka yang masih selalu berkandungan sistem pemikiran untuk memutuskan menghukum seseorang dengan hukuman penjara Di dalam hukum pidana warisan hukum kolonial dengan kuasa yang dominatif ada kemungkinan melepaskan atau membebaskan seorang tersangka bilamana tidak cukup ditemukan adanya alat alat bukti Dalam administrasi sistem peradilan pidana terpadu saat ini seyogianya tiada lagi mentalitas harus menghukum dengan hukuman penjara sebab bentuk pemidanaan bukan hanya itu saja Pre trial Keadilan Restoratif dengan komunikasi emansipatoris yang multilog non oposisi biner sebagai hukum acara pidana untuk mencapai tujuan pemidanaan adalah salah satu bagian dari sistem peradilan pidana yang baik sebagai therapeutic jurisprudence hukum pemulihan ketercelaan bagi Indonesia terkini yang sudah poskolonial
| Jumlah Halaman | 332 |
|---|---|
| Kategori | Hukum |
| Penerbit | PT. Alumni Penerbit Akademik |
| Tahun Terbit | 2022 |
| ISBN | 978-979-414-772-6 |
| eISBN | 978-979-414-852-5 |