### Sinopsis Buku University di New Britain mengeksplorasi peringkat literasi negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Dalam konteks ini, peningkatan atau penurunan peringkat bisa menjadi berita baik maupun buruk tergantung pada bagaimana pemerintah meresponsnya. Peringkat yang rendah mungkin menunjukkan kekurangan dalam sistem pendidikan dan literasi, sedangkan peringkat yang tinggi mengindikasikan kualitas pendidikan yang baik. Studi ini menggunakan contoh negara seperti Finlandia untuk mendukung argumen bahwa hasil survei literasi bisa menjadi tolak ukur kualitas pendidikan. Buku ini juga membahas kasus kerusuhan rasial di Semarang dan Solo, termasuk dampaknya pada masyarakat lokal. Kasus pemukulan siswa di Sekolah Guru Osing (SGO) oleh pemuda Cina menunjukkan bahwa masih ada tantangan sosial yang perlu diselesaikan dalam masyarakat Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta juga dianalisis, termasuk definisi hak cipta dan hukum pidana yang berkaitan dengan pelanggarannya. Buku ini menjelaskan pentingnya perlindungan hak cipta dalam konteks digital dan perpindahan media bacaan. Berbagai upaya meningkatkan literasi di Indonesia, seperti program Duta Baca Indonesia, gerakan literasi sekolah, dan layanan e-book, juga diperkenalkan. Diskusi tentang pentingnya akses digital sebagai alat mengakses sumber bacaan modern memperkaya pemahaman tentang literasi dalam era modern. Buku ini menawarkan wawasan mendalam tentang peran literasi di berbagai aspek masyarakat, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan literasi di Indonesia.
Kota Solo amp Semarang amp beberapa kota di Ja Teng yang di landa kerusuhan rasial anti cina telah pulih kembali kerusuhan tersebut diawali dengan suatu insiden pemukulan terhadap siswa SGO oleh pemuda cina
| Jumlah Halaman | 96 |
|---|---|
| Kategori | Hukum |
| Penerbit | Tempo Publishing |
| Tahun Terbit | 2019 |
| ISBN | noisbn |
| eISBN | 978-623-262-847-2 |