Karya "Sketch for a Theory of the Emotions" ditulis oleh Jean-Paul Sartre pada usia 34 tahun dan merupakan salah satu dari beberapanya yang menjadi sumber terbaik atas pandangan-pandangan teoritis Sartre terhadap psikologi alam. Dalam karya ini, Sartre mempertanyakan definisi emosi yang diberikan oleh William James dalam teori Peripheric-nya, yang menegaskan bahwa emosi adalah kesadaran atas gangguan psikologis. Sartre mengemukakan argumen bahwa konsep finalitas atau tujuan tidak dapat dipasangkan dengan emosi tanpa memperkenalkan aspek keinsyafan (awareness) dan kesadaran (consciousness). Dia menyoroti bahwa Janet, seorang psikolog yang dikenal, gagal untuk menunjukkan bagaimana unsur mental dalam emosi mampu mendukung ide tujuan. Sartre memperkenalkan konsep bahwa menangis adalah pengganti yang lebih mudah bagi seseorang yang menghadapi kesulitan, dan ini menjadi dasar uraian anekdotal tentang wanita dan dokternya dalam karyanya. Dalam pandangan Sartre, emosi dan manusia tidak bisa dipisahkan; mereka merupakan bagian dari identitas individu. Karya ini juga mengeksplorasi berbagai teori emosi lainnya, termasuk teori psikoanalisis, dan membahas konsep-konsep penting dalam eksistensialisme Sartre. Buku ini tidak hanya menjadi persiapan untuk karyanya yang lebih panjang "L’Etre et le Neant," tetapi juga berdiri sendiri sebagai dokumen penting dalam sejarah fenomenologi dan eksistensialisme. Meski demikian, bacaan ini menawarkan pemahaman yang baik tentang dunia Keberadaan dan Ketiadaan, serta pandangan-pandangan Sartre yang lebih kompleks terhadap imajinasi. Penerbit ix
Buku tentang emosi ini adalah karya Sartre yang termasuk awal Sartre menulisnya saat ia berusia 34 tahun Sebagai seorang aktivis yang selalu terlibat dalam diskusi hangat setiap topik Sartre tak mau ketinggalan Maka karya karya pemikir besar yang saat itu ramai diperbicangkan pun menjadi bahasan hangat Buku kecil ini atau Sartre seringkali menyebutnya sebagai sebuah sketsa teoritis bagai karya yang lebih besar nantinya pada dasarnya bergerak di antara dua pemikir besar yaitu Sigmund Freud dan Rene Descartes