Jamur tiram Pleurotus sp sudah cukup dikenal di masyarakat luas baik di Indonesia maupun di berbagai Negara Menurut catatan sejarah jamur tiram sudah dibudidayakan di Cina sejak 1 000 tahun silam Sementara itu di Indonesia jamur tiram mulai dibudidayakan pada tahun 1980 di Wonosobo Varietas yang umum digunakan adalah jamur tiram putih Pleurotus ostreatus meskipun varietas jamur tiram yang lain ada pembudidayaannya kurang popular Jamur tiram putih adalah salah satu jenis jamur kayu yang banyak di konsumsi oleh masyarakat dengan gizi yang baik di dalamnya terkandung 9 asam amino esensial dengan kadar protein 19 35 Secara alami jamur ini banyak ditemukan tumbuh di batang batang kayu lunak seperti pohon kapuk sengon damar dan karet yang telah lapuk atau mati Idealnya jamur tiram dapat tumbuh didataran rendah sampai ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut di lokasi yang memiliki kadar air sekitar 60 dan derajat keasaman atau pH 6 7 Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana Harga jamur tiram hasil budidaya relatif mahal sedangkan bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji dedak dan sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya Selain itu budidaya tidak kenal musim sehingga setiap saat dapat menghasilkan hasil produksi Jamur tiram cukup toleran terhadap lingkungan dan tidak memerlukan persyaratan khusus dalam budidayanya sehingga dapat dijadikan sebagai pekerjaan pokok maupun pekerjaan sampingan Diversifikasi produk jamur tiram cukup banyak dapat berbentuk segar kering serta menjadi bahan olahan seperti tumis pepes keripik jamur tiram dan untuk campuran sayur Jamur tiram memiliki rasa yang enak dan juga bergizi tinggi
| Jumlah Halaman | 136 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Sangpena Media |
| Tahun Terbit | 2024 |
| ISBN | 978-623-10-6034-1 |
| eISBN | 978-623-10-6035-8 |