### Sinopsis Singkat Buku "Mencari Cinta yang Hilang" adalah karya fiksi yang menghadirkan petualangan emosional dan spiritual Tuan Baharuddin, seorang pria yang mencari arti cinta dalam kehidupan. Berlokasi di kota Bukittinggi, Indonesia, cerita ini memadu unsur sejarah, alam, dan kepercayaan dalam sebuah perjalanan yang mendalam. Di kota yang terkenal dengan Jam Gadang, di mana angka-angka romawi ditulis dengan cara unik, Tuan Baharuddin menemukan dirinya terpesona oleh keindahan alam yang memukau, termasuk Ngarai Sianok, tempat yang pernah menjadi tempat pembuangan mayat selama penjajahan. Mitos dan legenda setempat membangun atmosfer misterius, membuat setiap halaman membawa pembaca ke jalan-jalan bersejarah dan tebing-tebing yang menjulang. Dengan bahasa yang indah dan mudah dipahami, karya ini memperkenalkan konsep-konsep spiritual yang mendalam, didukung dengan dalil-dalil dari al-Qur'an dan hadits. Cerita ini menekankan nilai-nilai kehidupan yang mendalam, seperti kesabaran dan pengertian antara adat dan agama, yang membuat pembaca merasakan kegembiraan, rasa penasaran, dan perasaan terenyuh. Buku ini tidak hanya sebuah kisah romansa, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajak pembaca untuk merenungkan tentang cinta, kehidupan, dan makna dari perjalanan hidup.
Saya sangat terkesan Seperti sebuah kisah yang sangat nyata Kata katanya sangat menyentuh hati Novel yang membuat saya banyak belajar tentang kesabaran dan lebih mendasar kepada pengertian antara adat dan agama yang sesungguhnya Ratih Dunn pembaca dari Australia Di tengah keterbatasan ekonomi Fauzi yang seorang yatim tidak mengira impiannya untuk melanjutkan kuliah ke tanah Arab akhirnya terwujud Di bumi para rasul itu pula ia mendapat kejutan tak terduga dua gadis datang menawarkan hati Tak mungkin menerima keduanya Fauzi pun terpaksa menolak hati Riri TKW asal Indonesia yang dulu pernah ia selamatkan dari siksaan majikannya Ia telah lebih dulu menerima pinangan dari ayah seorang gadis yang selama ini tumbuh besar bersamanya Gadis yang air matanya dulu ia usap Gadis yang rumahnya tepat di samping rumah Fauzi sendiri Rahima Sayangnya latar belakang suku yang sama membuat Fauzi harus memupus angannya untuk bersanding dengan Rahima di pelaminan Hukum adat nagari Minang melarang pernikahan sesuku karena dianggap menikahi dunsanak atau saudara sendiri meskipun tak ada pertalian darah Dan ketika mendengar kabar jika Riri akhirnya akan menikah dengan sahabatnya hati Fauzi pun bertambah hancur Bagaimana Fauzi menyikapi keputusan niniak mamak yang menentang pernikahannya Akankah ia memperjuangkan cintanya meskipun hukum adat dengan jelas menentang Bagaimana pula akhir pencarian cintanya yang hilang Sebuah roman percintaan yang terjebak di tengah pertentangan hukum adat dan hukum agama Dibalut dengan latar budaya Minang dan Arab yang kental novel ini akan mengaduk aduk emosi dan menyentuh relung hati terdalam untuk memahami makna cinta yang sebenarnya Selamat membaca
| Jumlah Halaman | 392 |
|---|---|
| Kategori | Novel |
| Penerbit | DIVA Press |
| Tahun Terbit | 2022 |
| ISBN | noisbn |
| eISBN | 978-623-189-077-1 |