Sinopsis Buku: Buku ini mengupas tajam dan mendalam tentang fenomena demokrasi elektoral dalam konteks Pilgub 2017 di Tanah Jawara, khususnya di Provinsi Banten. Penulis, H. Agus Sutisna, S.I.P., M.Si., menggambarkan bagaimana proses pemilu gubernur tidak hanya menjadi ajang kompetisi politik, tetapi juga mencerminkan dinamika kekuasaan yang sering kali terkontaminasi oleh praktik-praktik korup, kolusi, dan nepotisme. Buku ini mengkritik adanya "local strongman" yang berhasil memonopoli kekuasaan formal melalui sistem pemerintahan yang terkesan korporatif dan keluarga. Dalam konteks ini, buku juga mengingatkan bahwa Banten bukan milik segelintir keluarga atau individu, tetapi milik seluruh warga yang berhak mengawasi dan mengarahkan kekuasaan menuju keadilan dan kesejahteraan bersama. Penulis menekankan pentingnya kontrol sosial oleh elemen masyarakat sipil untuk mencegah korupsi dan memastikan demokrasi berjalan sejalan dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan kritis dan reflektif, buku ini bertujuan menjadi "alarm sosial" yang memicu kesadaran masyarakat untuk terus berikhtiar dalam memperbaiki sistem demokrasi dan melawan kekuasaan yang cenderung egois dan korup. Buku ini juga menyajikan fakta-fakta, perspektif, analisis, dan refleksi yang relevan untuk memahami dinamika politik dan sosial di Banten pasca-provisi.
Otonomi daerah di Banten tampaknya masih berkutat dengan pilkada atau dengan desentralisasi politik yang dengan panjang lebar disoroti Sutisna Aktor politik semakin piawai berpolitik dan berkompetisi merebut kursi Aneka strategi taktik siasat dan manuver diterapkan Walaupun pemainnya masih orang lama Begitu pula parpol pengusungnya Pendatang baru yang fresh belum bisa muncul Kekuatan oligarki sulit ditembus Masyarakat Banten kendatipun sedikit bingung tetapi mulai belajar mencari pemimpin sejati pemimpin pemerintahan yang amanah pemimpin yang kompeten dan berintegritas Bukan sekedar yang memiliki popularitas Diharapkan mereka makin lama makin mengerti menggunakan hak pilihnya Buku Sutisna ini juga patut diacungkan jempol karena berani memprediksi Masa Depan Kepolitikan di Banten Epilog Analisis politics of the future tidak mudah Ia membutuhkan data yang banyak fakta yang kuat dan penciuman yang tajam Kalau tidak prediksi kita bisa meleset Pengalamannya sebagai insan akademik dan praktisi pemilu saya kira akan membuat prediksinya akurat Buku ini juga bisa memperluas wawasan pembaca karena memuat teori demokrasi dan pilkada langsung Bagian 1 dan seluk beluk dinasti politik di Banten Bagian 2 Lewat uraian tersebut kita diajak dulu berkelana ke dunia di atas awan supaya bisa meneropong dengan terang dan komprehensif bagaimana praktek empirik demokrasi elektoral di tanah Jawara Buku ini ingin mengatakan bahwa pemilihan dalam demokrasi khususnya pilgub di Banten itu adalah sebuah misteri dalam menemukan pemimpin Banten Penulis tampaknya geregetan dengan kondisi Banten yang geografisnya berbatasan langsung dengan wilayah Ibu Kota Negara RI yang sebagian penduduknya bekerja di Jakarta tetapi taraf kehidupan sosial ekonomi dan budayanya belum banyak pemerataan ke seluruh pelosok Banten memerlukan gubernur yang jawara pembangunan Buku ini terdiri dari tiga bagian yang pertama adalah demokrasi dan pilkada langsung bagian kedua adalah demokrasi dan dinasti di Banten dan dinamika politik pilgub Banten 2017
Jumlah Halaman | 174 |
---|---|
Kategori | Sosial |
Penerbit | Deepublish |
Tahun Terbit | 2017 |
ISBN | 978-602-453-211-6 |
eISBN |