### Sinopsis Singkat Buku Buku ini menjelaskan dinamika kabinet presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bagaimana ia memilih para menterinya. Dalam konteks era digital, buku ini juga membahas mengenai ketersediaan telepon genggam yang semakin powerful untuk mengakses bahan bacaan e-book. Pertama, buku ini menyajikan strategi Yudhoyono dalam memilih kabinetnya. Ia memilih tidak menggunakan telepon untuk menghubungi calon menteri, melainkan bertemu langsung untuk menguji kapasitas, integritas, dan dedikasi mereka. Metode ini, yang dikenal dengan fit and proper test, menunjukkan pendekatan baru dalam pemilihan kabinet. Selanjutnya, buku ini membahas tentang upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan literasi nasional, termasuk penyajian buku dalam format e-book yang desainnya khusus untuk smartphone. Pusat Data dan Analisa TEMPO, dengan ratusan ribu artikel, berupaya menyajikan e-book dalam berbagai kategori, seperti kesehatan, pendidikan, profil tokoh, seni dan budaya, pendidikan politik, ekonomi, dan hiburan, semuanya dalam format yang mudah dibaca di smartphone. Buku ini juga menyentuh isu global tentang perpindahan media bacaan dari tercetak ke digital, dengan fokus pada Indonesia yang memiliki jumlah pemilik smartphone tertinggi di Asia Tenggara dan Oceania. Program-program seperti pengiriman buku gratis dan gerakan literasi sekolah di berbagai wilayah di Indonesia dijelaskan sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Di akhir, buku ini menekankan pentingnya menyediakan konten e-book yang didesain khusus untuk smartphone untuk memaksimalkan akses terhadap bahan bacaan.
INI kampanye tak bagus buat operator telepon Susilo Bambang Yudhoyono presiden terpilih dalam Pemilu 2004 memilih tidak menggunakan telepon buat memastikan orang orang yang bakal duduk di kabinetnya
| Jumlah Halaman | 88 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Tempo Publishing |
| Tahun Terbit | 2020 |
| ISBN | noisbn |
| eISBN | 978-623-339-953-1 |