### Sinopsis Singkat Buku "KUASA PADAT MODAL: Strategi Elektoral Partai dalam Sistem Liberal" Buku ini menggali kebijakan dan strategi politik yang dijalankan oleh partai-partai di era sistem demokrasi liberal. Melalui kajian mendalam terhadap Gerindra, PKB, Nasdem, dan PKS, penulis Ridho Al-Hamdi menunjukkan keberagaman kreativitas strategi politik yang digunakan setiap partai. Meskipun terdapat kecenderungan persamaan dalam membangun jaringan dan memanfaatkan modalitas, setiap partai memiliki strategi unik untuk bertahan dan eksis. Hal ini tercermin dalam penggunaan berbagai sumbangan daya kekuasaan, termasuk membangun ikon dan produk partai, serta mendekati konstituen secara pragmatis. Dalam konteks yang padat modal dan volatilitas pemilih tinggi, partai harus berhitung matang agar strategi yang dijalankan efektif dan efisien. Selain itu, nuansa liberalisme dalam sistem pemilu mempengaruhi jalannya kampanye, menciptakan ruang kebebasan yang memungkinkan partai memilih strategi yang tidak terikat oleh ideologi. Buku ini menggarisbawahi bahwa meskipun ada kesamaan strategi, perbedaan dalam produk partai dan target sasaran kampanye masih sangat bervariasi. Kata Pengantar dari Prof. Dr. Firman Noor, MA, Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menegaskan bahwa partai politik telah menjadi instrumen konstitusional yang tak terelakkan dalam kehidupan politik. Buku ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang evolusi strategi partai dalam sistem demokrasi liberal.
Istilah padat modal digunakan dalam sektor bisnis untuk menunjukkan sebuah usaha yang membutuhkan modal sangat besar untuk pengembangan bisnis dan aktivitas operasionalnya serta didukung oleh tekonologi terbarukan Demikian pula cara kerja partai politik dalam pemilu di Indonesia Sejak sistem pemilu liberal diadopsi Indonesia pada 2009 partai partai politik memiliki keseragaman dalam melakukan strategi kampanye Hal ini terlihat pada strategi distribusi dan promosi yang dilakukan Meskipun ada perbedaan di antara partai politik terutama pada aspek karakteristik personal harga psikologis dan dampak citra perbedaan tersebut tertutup dengan besarnya kuasa padat modal yang berlaku pada sistem pemilu liberal Modal tidak lagi terbatas pada kebutuhan finansial tetapi juga modal ideologis modal prestasi kinerja masa lalu modal profil modal psikologis modal citra partai yang dilekatkan pada sosok tertentu modal jaringan lokal modal strategi kampanye kepada masyarakat canvassing modal pendekatan ke tokoh dan lembaga yang berpengaruh serta modal strategi mempromosikan ke media massa termasuk media sosial Buku ini adalah tangkapan mendalam tentang kuasa padat modal yang dialami oleh partai politik di Indonesia selama periode Pemilu 2014 dan 2019 Dengan menggunakan empat variabel teori marketing mix product price place promotion Ridho Al Hamdi mendiagnosa strategi kampanye empat partai politik Gerindra PKB Nasdem dan PKS yang memiliki kesuksesan kinerja elektoral