### Sinopsis Singkat GURU VS AI: Lima Alasan Mengapa Manusia Selalu Menang --- Dalam era digital yang serba cepat dan dominasi kecerdasan buatan (AI), diskursus mengenai peran guru di dunia pendidikan semakin krusial. Buku ini, ditulis oleh Karina Wanda, S.Pd., M.Pd., dan Wiene Surya Putra, S.Pd., M.Pd., hadir untuk memperkuat argumen bahwa guru tidak hanya relevan tetapi tak tergantikan. Melalui lima keahlian manusiawi—empathi, kreativitas kontekstual, pengambilan keputusan etis, komunikasi interpersonal, dan pengembangan karakter—buku ini menunjukkan bagaimana guru dapat bertransisi menjadi arsitek pembelajaran bermakna dan penempa karakter yang kuat. Buku ini dirancang untuk memberikan landasan teoritis mengenai integrasi teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan, menyediakan panduan praktis tentang bagaimana menginternalisasi dan mengimplementasikan keahlian-keahlian manusiawi di ruang kelas nyata, serta mendorong refleksi kritis bagi para pendidik tentang identitas dan peran mereka dalam membentuk generasi masa depan. Dengan demikian, buku ini berharap dapat menjadi sumber inspirasi dan pedoman yang aplikatif bagi seluruh pembaca, memastikan bahwa kita, sebagai pendidik, tetap menjadi "jantung" dari proses belajar mengajar. --- Sinopsis singkat di atas dirancang untuk memberikan gambaran umum tentang isi buku tanpa menyimpang dari konteks yang diberikan.
Buku Guru yang Tak Tergantikan menyajikan informasi bahwa di tengah disrupsi oleh Kecerdasan Buatan AI peran guru manusia mengalami elevasi urgensi radikal mematahkan mitos bahwa AI akan menggantikan pendidik karena mesin hanya menawarkan Otomatisasi Kognitif dan menciptakan Paradoks Efisiensi AI atau Jurang Kemanusiaan Untuk menjadi tak tergantikan guru harus menguasai Lima Keahlian Manusiawi yang eksklusif Empati Radikal melalui Resonansi Limbik bukan Simulasi Sentimen AI Kreativitas Situasional mengubah kekacauan gangguan menjadi peluang pedagogis di mana AI justru error Penilaian Etis menjadi Human in the Loop menggunakan Etika Kebajikan mengintervensi keputusan otomatis yang kaku Navigasi Sosial Kompleks membaca isyarat non verbal di Zona Buta AI dan memimpin Mediasi Restoratif dan Mentoring Karakter menjadi teladan hidup sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha Strategi utamanya adalah Integrasi Humanis sebagai Orkestrator High Tech High Touch yaitu dengan mendelegasikan tugas LOTS seperti Mengingat kepada AI sesuai Taksonomi Bloom yang Direvisi untuk membebaskan waktu guru fokus pada HOTS Mengevaluasi Etis Mencipta dan mencapai Skenario Hibrida Humanis yang menyeimbangkan teknologi dan sentralitas manusia
| Jumlah Halaman | 74 |
|---|---|
| Kategori | Pendidikan |
| Penerbit | Penerbit Adab |
| Tahun Terbit | 2026 |
| ISBN | 978-634-276-064-2 |
| eISBN | 978-634-276-063-5 |