Logo Bacabuku
Endusan Terakhir

Endusan Terakhir

Asdi N Alfreda
Ebook

Deskripsi ebook

Kemudian, sajak ini ditulis kemudian selayaknya bait-bait penantian dalam rintihan permohonan kepada Tuhan memuat permohonan tentang kau dan diriku dalam lipatan syair balada itu demikian, kasihku terikat pada kalam-kalam pada akhirnya sajak ini sedingin pualam yang tak sampai kemudian Endusan Terakhir | 5 Hiatus kembali kuhirup bau tanah lempung dalam ribang dalam hujan yang menyalami batuan aku termenung mengalun dalam lamun menggerogoti sasana rindu seraya memanaskan tungku kuali sendu 6 | Asdi N. Alfreda Naskah ada sandiwara ----- dan awet menanti dalam pengabdian “konon hujan selalu mengemban kesetiaan” 12 | Asdi N. Alfreda Kau suaramu menembus sanubari seolah kau melantun puji pada jeruji waktu sunyi sebab kau jelmaan asmara yang mengembara di daksa mendesak dada menuju belantara cinta gila beginikah puncaknya? Endusan Terakhir | 13 Kopi Sekarat diriku kau jerat dalam pukat penuh pikat manakala dirimu tetap senyap atau dirimu kala menceloteh hangat kau seolah membagi nikmat dalam sekarat jika kuibaratkan kisah ini sebagai perwujudan kebun kopi anemogami membawa serbuk jatuh hati di tegalan sanubari yang begitu sepi berandai kita pohon kopi berbuah apakah kita nanti? akankah menjelma butiran yang menuai sekarat? ataukah menjadi butiran yang berbagi khidmat? 14 | Asdi N. Alfreda Pulang tiada siapa yang berkendali menuju ke mana kau akan pergi? kepada pertanyaan yang memikul hari atau dari akal yang mengutus kaki mencari arah kembali dari pendakian tiada henti sejati, kita hanya hilang ----- 05 Kemudian 06 Hiatus 07 Naskah 08 Tenggat Waktu 09 Membudaya Ragam Rupa 10 Monolog 11 Duh Lidah 12 Hujan 13 Kau 14 Kopi Sekarat 15 Pulang 16 Peninggalan 17 Balada Meja Makan 18 Tersisa 19 Temu 20 Bertapa di Matamu 21 Endusan Terakhir 22 Kepada Padang dan Ladang 23 Bait Menuju Akhir Hayat Endusan Terakhir | v Pada Rahim Waktu 40 Tumbuh 41 Sekuntum Doa Manusia 42 Pernyataan 43 Anarki Para Kaki 44 Perjalanan 45 Sampai Jumpa 46 Sampai Panen 47 Goresan Terakhir 48 Penghujung Malam 49 Tari Jemari 50 Duka Secangkir Teh 51 Bunga Tidur 52 Pada Rahim Waktu 53 Hangusnya Sebatang Lisong vi | Asdi N. Alfreda Pada Sisa Tutur 56 Pada Sisa Tutur 57 Tinggal yang Tersisa 58 Bulan Gelisah 59 Dari Sebuah Nama 60 Dengan Cara Paling Rahasia 61 Ada 62 Jalan Tua 63 Sajak Tengah Malam ----- mencoba menampilkan citra mozaik-mozaik cinta dalam penjabaran yang mungkin tak kau mengerti sehingga aku berakhir menanti di antara kanvas tua penantian bertahun-tahun lamanya menunggu dirimu kembali bersua bersamaku lagi Endusan Terakhir | 9 Monolog malam Sabtu 13 November 2021 sepasang tubuh kembali bertemu selayaknya mereka menggelantung di ambang waktu yang buntung meratapi nasib di bawah kremun digerogoti bak patung yang melamun minggu pagi di antara rintikan hujan sepasang tubuh itu berpapasan mengharap makna dari yang hampa mereka beradu terka tak berbalas jawabannya seorang tubuh melempar tanya, “siapa?” “sebilah kaca” 10 | Asdi N. Alfreda Duh Lidah duh, lidah adakah yang kau kecap adalah duka yang menimpal segala air mata menjadi bahasa yang sulit dicerna jangan, jangan beritahu aku seperti apa rasa nestapa Endusan Terakhir | 11 Hujan kau tahu? selalu ada permohonan dalam hujan dari setiap insan yang menemu Tuhan mereka merintih lirih dalam pengharapan ----- 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud dalam Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). ii | Asdi N. Alfreda kll Endusan Terakhir | iii ENDUSAN TERAKHIR © Asdi N. Alfreda Pemeriksa Ejaan : Dea Silvia Rahman Tata Letak : Sarah Siti Fatimah Desain Kover : Septia Pahlawan Cetakan Pertama, Maret 2024 viii + 96 hlm., 14.8 x 21 cm. ISBN 978-623-8521-36-4 Diterbitkan oleh LANGGAM PUSTAKA Ruko Bening Regency, Jl.Cikunten Indah, Kahuripan, Kec.Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat 46115 Laman: www.langgampustaka.com Email: apresiasikaryaakasia@gmail.com Kontak: 0821-2742-4881 Hak Cipta dilindungi undang-undang. All rights reserved. iv | Asdi N. Alfreda Daftar Isi 02 Sepenggal Saja, Ruhnya 03 Jelmaan Cinta 04 Sajak Buat Matamu Berdasarkan konteks yang diberikan, sinopsis singkat buku ini dapat disajikan sebagai berikut: Buku ini merupakan kumpulan sajak dan puisi yang mengeksplorasi berbagai aspek cinta dan kehidupan. Dalam sajak "Sajak Buat Matamu," penulis menggambarkan perasaan penantian dan pengharapan yang mendalam, mengekspresikan emosi melalui gambaran alam dan peristiwa sehari-hari. Buku ini juga mencakup berbagai puisi lain yang menggambarkan perjalanan hidup, rasa cinta, dan refleksi pribadi. Selain puisi, karya ini juga mengandung beberapa bagian monolog dan refleksi yang mendalam. Sinopsis ini merangkum tema-tema utama dalam kumpulan sajak dan puisi ini, mencerminkan kekayaan ekspresi dan perasaan yang ditangkap oleh penulis. *Sinopsis disajikan berdasarkan bagian sajak dan puisi yang diberikan.*

Sinopsis ebook

Buku berjudul Endusan Terakhir merupakan buku antologi puisi galau gemilau gundah gulana yang dikerjakan oleh sekumpulan tangan yang kesepian dan hidung yang kelelahan tentunya dengan hati penuh ketulusan Ya memang tak sepenuhnya buku ini sarat akan bau dan wewangi jadi jangan di endus boleh saja kalau saudara memang suka

Detail Buku

Jumlah Halaman 96
Kategori Umum
Penerbit Langgam Pustaka
Tahun Terbit 2024
ISBN 978-623-8521-36-4
eISBN proses
Endusan Terakhir

Endusan Terakhir

Asdi N Alfreda