### Sinopsis Singkat Buku Buku "Dinasti Politik Tuan Guru Pancor: Tafsir Atas Perilaku Politik Nahdlatul Wathan" ditulis oleh Abdul Azizurrahman, S. Psi, ME. Buku ini menggali sejarah dan dinasti politik Nahdlatul Wathan melalui lensa sejarah dan peran individu. Penulis memulai dengan memaparkan perjalanan keluarganya yang berhubungan erat dengan Nahdlatul Wathan, khususnya melalui kisah orang tuanya, Amrillah dan Djami’ah. Orang tuanya, Amrillah dan Djami’ah, merupakan lulusan Mu’allimat NW Pancor yang waktu itu menyelenggarakan pendidikan 6 tahun. Djami’ah, ibu penulis, pernah mengikuti ujian di PGA dan sempat tinggal di gedung Bapak TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang terletak di samping Mushalla Al Abror. Sedangkan Amrillah terlibat aktif dalam organisasi Nahdlatul Wathan sejak muda, termasuk menjadi Guru Agama Negeri pertama kali ditempatkan di SDN 2 Mujur, kemudian pindah ke SMPN 1 Mujur, dan menyelesaikan karier kepegawaiannya di Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah NW Desa Mujur. Buku ini juga menyentuh tema politik Nahdlatul Wathan melalui cerita dari kakek penulis, Haji Rusdi (Amaq Aer), yang memberikan wawasan mendalam tentang TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, guru yang paling dicintai sepanjang hidupnya. Penulis menggambarkan kehidupan bersama TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, di mana menyebut salah satu sama artinya dengan yang lain. Selain itu, buku ini juga memaparkan perjalanan pendidikan penulis dan saudara-saudaranya, yang menamatkan enam tahun belajar di Pancor. Penulis dan saudara-saudaranya, Imamul Huda dan Abdullah Muzakar, belajar di Madrasah Mu’allimin NW Pancor, sementara Siti Uswatun Hasanah, sebagai perempuan, belajar di Madrasah Mu’allimat NW Pancor. Penulis juga menjelaskan hubungan antara Haji Rusdi dan TGH. Najamuddin, yang memperkaya cerita tentang dinasti politik Nahdlatul Wathan. Kesimpulannya, buku ini mencerminkan dinasti politik Nahdlatul Wathan melalui perjalanan sejarah dan peran individu, memberikan wawasan mendalam tentang dinamika internal organisasi dan peran penting tokoh-tokoh dalam perjalanan organisasi ini.
Satu peristiwa yang menjadi tradisi di kalangan jama ah Nahdlatul Wathan di setiap pengajian Maulanasyekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yaitu melontarkan uang kearah depan atau tepatnya ke arah mimbar pengajian Terlebih lagi ketika Hultah NWDI tersebut maka dalam tempo singkat berkarung karung uang terkumpul Semua berlangsung dengan penuh keikhlasan dan prasangka baik dari para jama ah Sama sekali tidak akan pernah terpikirkan untuk mendapatkan kembalian terlebih keuntungan secara ekonomi
| Jumlah Halaman | 226 |
|---|---|
| Kategori | Baru |
| Penerbit | Hikam Media Utama |
| Tahun Terbit | 2025 |
| ISBN | 978-623-511-348-7 |
| eISBN | 978-623-511-349-4 |