Kabut turun setiap pagi di atas tanah yang masih menyimpan nyanyian Di antara akar akar tua dan batang pohon yang tegak bagai doa burung burung pernah menari di udara dan anak anak kampung tumbuh dengan suara alam sebagai lagu tidur mereka Namun waktu perlahan mengubah ritme itu Mesin datang membawa janji pembangunan menggeser irama gendang bambu dengan deru logam menukar harum tanah basah dengan asap dan debu Yonas pemuda dari lembah yang masih percaya hutan bisa bicara menyaksikan satu per satu pohon jatuh bukan hanya batangnya tapi juga sejarah doa dan nama nama leluhur yang tertulis di udara
| Jumlah Halaman | 126 |
|---|---|
| Kategori | Novel |
| Penerbit | Literasi Nusantara Abadi |
| Tahun Terbit | 2025 |
| ISBN | 978-634-234-737-9 |
| eISBN | proses |