Bertualang dengan Sepeda: Tantangan Baru Bersepeda Cover Belakang: --- Di era digital yang semakin pesat, literasi masih menjadi salah satu tolok ukur kualitas pendidikan dan keberadaan perpustakaan, koran, dan komputer sebagai alat untuk mengakses bahan bacaan menjadi ukuran penting. Namun, dengan munculnya tren bikepacker, hobi naik sepeda sekaligus berpetualang, berbagai upaya meningkatkan minat baca, seperti program pengiriman buku gratis, gerakan literasi sekolah, dan peningkatan minat baca di daerah, menjadi lebih diperluas. Bertualang dengan sepeda, Budi Chandra, seorang pemuda lajang 29 tahun, telah menggowes sepeda touring dari Vietnam, melalui Cina, Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan akhirnya masuk ke Indonesia via Batam. Dia telah menjelajahi berbagai pulau di Nusantara, termasuk Sumbawa, sambil terus bergerak tanpa memprediksi kapan perjalanannya berakhir. Dalam upaya meningkatkan minat baca, muncul program seperti GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) di Yogyakarta dan street library di Bandung. Anggota masyarakat kini lebih banyak membaca melalui smartphone, dengan Indonesia memiliki jumlah pemilik smartphone tertinggi di Asia Tenggara dan Oceania. --- Sinopsis singkat ini mencerminkan isu-isu utama yang diangkat dalam buku ini, termasuk tantangan dan upaya dalam meningkatkan literasi di era digital, serta cerita perjalanan Budi Chandra sebagai bikepacker yang menggabungkan hobi dengan petualangan.
Inovasi kuliner bermunculan di berbagai kota Menciptakan dan menguatkan identitas bagi kota tersebut sekaligus menawarkan alternatif oleh oleh
| Jumlah Halaman | 50 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Tempo Publishing |
| Tahun Terbit | 2022 |
| ISBN | noisbn |
| eISBN | 978-623-05-2746-3 |