Buku "Kisah 62 Tahun Pengabdian Merpati Nusantara" oleh Arista Atmadjati, SE., MM adalah rangkuman perjalanan karir dan pemikiran penulis selama bertahun-tahun berkecimpung dalam industri penerbangan di Indonesia. Mulai dari masa awal penulisan artikel bisnis penerbangan di Koran lokal Surabaya News hingga menjadi narasumber talkshow di berbagai media cetak, elektronik, dan televisi, Arista menggali isu-isu penting dalam dunia aviasi Indonesia. Buku ini mencerminkan kekhawatiran Arista terhadap kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) aviasi yang signifikan di negara ini, serta tantangan seperti penumpukan slot penerbangan dan proses refund penumpang yang sering melambat. Dengan lebih dari 60 tahun pengabdian, Arista membagikan pemahaman tentang hak-hak penumpang dan kewajiban mereka, sambil menyoroti pentingnya pendidikan aviasi di Indonesia. Arista juga memberikan wawasan tentang permasalahan industri penerbangan yang sedang dialami oleh maskapai Merpati Nusantara. Dia berupaya mempromosikan pertumbuhan dan keberlanjutan industri ini melalui diskusi dan pemikiran kritisnya di media massa dan forum talkshow, termasuk wawancara eksklusif dengan beberapa stasiun televisi ternama. Buku ini merupakan bukti nyata dedikasi Arista dalam melayani Indonesia lewat dunia aviasi, yang tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang ingin memasuki bidang ini, tetapi juga menyediakan pemahaman mendalam tentang dinamika industri penerbangan di tanah air.
Sedih sekali Oktober 2014 maskapai kedua terbesar di Indonesia kala itu Merpati Nusantara berhenti terbang karena saat 2014 tidak punya kecukupan cash flow membeli avtuur bahan bakar untuk terbang Ya Tamat dan semua stake holder sepakat tidak ada minat melakukan talangan bail out padahal bail out adalah hal biasa dalam dunia penerbangan mengacu Japan Airlines Philliphines dan Thai Air beberapa contoh maskapai kelas dunia yang mendapat tangan suntukan dana bail out dari pemerintahnya masing masing Namun Merpati Nusantara bukannya mendapat suntikan dana segar namun malah suntikan Mati pelan pelan Total hutang Merpati tahun 2014 yang saya catat sebenarnya hanya 7 Trillyun itupun 30 pct hutang luar negeri terbesar ke Xian Aircraft Industry China 70pct hutang domestic ke Pertamina Ap 1 Ap2 airvav dll yang notabene sesama BUMN harusnya bisa dicarikan opsi penyertaan modal dari pemerintah Saya paling getol menentang penutupan Merpati dari dulu dengan menjadi narsum second opinion dalam talkshow talkshow menghidupkan Merpati Airline saya ingat saya menjadi nara sumber 2014 di Warung Daun Cikini bersama EX dirjen udara Harry bhakti G Talhow di hotel Les Meridian Jakarta bersama menteri BUMN kala itu Dahklan Iskan dan Bloombrg TV Jakarta masih on air kala itu dengan seingatku hosnya David Silahoi Namun apa dikata nasib menjadi bubur dan sekarang banyak terjadi bandara bandara kecil di Indonesia timur bahkan Pulau Jawa bandara kecilnya sepi penerbangan tidak beroperasi padahal bandara bandara level kabupaten dulu itu Merpati Nusantara jagonya Maka saya bilang semua sudah menjadi bubur terlanjur Untuk mengingatkan jasa Merpati Air dan sebagai referensi untuk adik adik kampus saya menulis buku ini Semoga ada manfaatnya buku ini bagsua pembaca di manapun berada
| Jumlah Halaman | 74 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Penerbit Adab |
| Tahun Terbit | 2023 |
| ISBN | 978-623-497-520-8 |
| eISBN | Proses |