Ranting Kering Bersemi Kembali: Sebuah Antologi Cerpen dari MA Al Manshur Dalam kumpulan cerpen yang menggambarkan kehidupan sehari-hari sederhana, penulis menyajikan berbagai peristiwa dan emosi yang tak terlupakan. Dengan gaya menulis yang ringkas namun penuh makna, pengarang memaparkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari perjuangan seorang ayah untuk mendukung keluarga, hingga kreativitas anak-anak dalam mencari solusi untuk masalah sehari-hari. Setiap cerpen mengajak pembaca untuk merenungi kembali tentang nilai-nilai hidup, keberhasilan yang tak lepas dari pelajaran dan rintangan, serta pentingnya saling memaafkan. Dalam Antologi Cerpen Al Manshur, setiap cerita adalah bukti bahwa kehidupan, meskipun seringkali penuh tantangan, tetap dapat bersemayam dalam keindahan.
Tiba tiba jariku ingin bertutur Menyibak kantuk memasuki batas waktu yang terbuang Belum kutemukan sebuah judul ocehan mereka Hanya tarian kesana kemari tak ada ujung Tak tahu kemana mereka berlari merangkak atau diam terpana Yang ada cambuk kecil yang kukibaskan menggugah uapan kecil Terperanjat mungkin ada Namun sebagian masih saja terlelap Ahhh kenapa mesti dan harus Bukankah pernah kudengar Jangan kau pikirkan Jalan terus bolehlah singgah sebentar Jika masa datang pengganti kemarau panjang Belukarpun gemulai menembus bongkahan tanah retak Kambium basah merebak sejuknya penghujan Dan ranting yang kering kan bersemi kembali Ayah Saya Tidak Bisa Menulis Larasati Trijnjte
| Jumlah Halaman | 208 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Penerbit Adab |
| Tahun Terbit | 2023 |
| ISBN | Proses |
| eISBN | Proses |